jagatBisnis.com : EKONOMI & BISNIS - Aset JamSyar Tahun 2019 Meningkat 41,92 Persen

Aset JamSyar Tahun 2019 Meningkat 41,92 Persen


Direktur Utama PT JamSyar, Gatot Suprabowo beserta jajarannya saat Konferensi Pers Laporan Keuangan Audit JamSyar Tahun 2019. (jagatbisnis/eva)

EKONOMI & BISNIS

25 Feb 2020 17:41


jagatBisnis.com - PT Jamkrido Syariah (JamSyar) optimis mampu menjadi penjaminan kredit syariah terpercaya. Terbukti, perusahaan ini mampu membukukan laba tahun 2019 sebesar Rp36,57 miliar atau meningkat 62,25 persen dari tahun sebelumnya. Sehingga aset perusahaan juga mengalami peningkatan sebesar 41,92 persen dibandingkan tahun 2018. 

“Pertumbuhan tersebut dikarenakan adanya setoran modal dari pemegang saham yang terealisasi di tahun 2019 sebesar Rp175 miliar dan penerimaan Imbal Jasa Kafalah sebesar Rp295,32 miliar,” kata Gatot Suprabowo Direktur Utama PT JamSyar saat Konferensi Pers Laporan Keuangan Audit JamSyar Tahun 2019 di Jakarta, Selasa (25/02/2020). 

Selain itu, lanjut Gatot, pertumbuhan laba tersebut didukung oleh pertumbuhan pendapatan penjaminan mencapai 42,93 persen dan pendapatan investasi sebanyak 82,54 persen. Dengan adanya penambahan tersebut, maka pertumbuhan dana kelolaan perusahaan pada periode tersebut ditempatkan dalam instrumen investasi yang berupa Deposito dan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). 

“Adapun nilai deposito sebesar Rp495,24 miliar. Sedangkan, SBSN di akhir tahun 2019 mencapai Rp163,65 miliar. Komposisi tersebut ditetapkan untuk mencapai target pendapatan investasi dan memenuhi kebutuhan likuiditas terkait pembayaran kewajiban perusahaan,” papar Gatot. 

Dia menjelaskan, pertumbuhan asset perusahaan juga disumbang dari komponen Biaya Dibayar di Muka. Ini sebagian besar merupakan biaya penjaminan ulang atas penjaminan yang belum jatuh tempo. Selain itu juga merupakan penjaminan yang belum diakui sebagai biaya pada komponen laba (rugi). 

“Komponen lain yang menyumbang aset perusahaan, yaitu liabilitas dengan Pendapatan Ditangguhkan, mencapai Rp448, 83 miliar atau meningkat 24,14 persen dibandingkan dengan tahun 2018,” bebernya. (eva) 

 

BERITA TERKAIT